Bagaimana Kita Tahu bahwa Sebuah Organisasi Siap untuk Melakukan Transformasi ke Cloud Native?

Pada tulisan ini, kita akan membahas mengenai hal-hal apa saja yang perlu kita perhatikan saat kita ingin melakukan transformasi ke Cloud Native. Hal-hal ini akan dirangkum menjadi sebuah matriks yang menggambarkan “maturity” (kedewasaan) sebuah organisasi, dilihat dari berbagai faktor.

Dikutip dan diterjemahkan dari buku Cloud Native Transformation, cloud native didefinisikan sebagai berikut.

“Sebuah arsitektur dan pendekatan filosofis untuk membangun aplikasi dengan memanfaatkan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh komputasi awan (cloud computing)."

Jadi, bagaimana kita bisa tahu bahwa proses transformasi (migrasi) ke cloud akan sukses? Salah satu hal yang perlu kita perhatikan sebelum melakukan proses tersebut adalah mengenal tingkat kedewasaan sebuah organisasi, misalnya arsitektur saat ini, proses yang sedang berlangsung saat ini, budaya dalam organisasi tersebut, dsb.

Menurut Cloud Native Transformation, ada 9 area di dalam Maturity Matrix yang perlu kita perhatikan sebelum kita membuat migration map untuk sebuah organisasi.

Berikut adalah contoh hasil akhir maturity matrix setelah kita melakukan asesmen pada sebuah organisasi. Garis putus-putus berwarna biru menggambarkan kondisi (maturity level) saat ini, dan garis putus-putus berwarna merah adalah tujuan akhir yang akan kita capai, yaitu melakukan transformasi ke cloud native.

img

Area 1 — Culture

Area ini didefinisikan sebagai “bagaimana seorang individu di dalam sebuah organisasi berinteraksi satu sama lain”.

img

No Process: Individualist

Waterfall: Predictive

Agile: Iterative

Cloud Native: Collaborative

Next: Generative

Area 2 — Product/Service Design

Area ini didefinisikan sebagai “bagaimana sebuah keputusan dibuat di dalam sebuah organisasi, dan apa yang harus dilakukan berikutnya”. Misalnya, produk apa yang harus dibuat selanjutnya, dan fitur apa yang harus ditambahkan.

img

No Process: Arbitrary

Waterfall: Long-term Plan

Agile: Feature Driven

Cloud Native: Data Driven

Next: AI Driven

Area 3 — Team

Area ini didefinisikan sebagai “bagaimana tanggung jawab, komunikasi dan kolaborasi antar tim berjalan di dalam sebuah organisasi”.

img

No Process: No Organization, Single Contributor

Waterfall: Hierarchy

Agile: Cross-functional Teams

Cloud Native: DevOps/SRE

Next: Internal Suppy Chains

Area 4 — Process

Area ini didefinisikan sebagai “bagaimana sebuah organisasi melakukan pembagian tugas, dan mengeksekusi sebuah project”.

img

No Process: Random

Waterfall: Waterfall

Agile: Agile (Scrum/Kanban)

Cloud Native: Combination of Design Thinking, Agile and Lean

Next: Distributed, Self-organized

Area 5 — Architecture

Area ini didefinisikan sebagai “struktur keseluruhan sistem dan teknologi” yang saat ini kita adopsi.

img

No Process: Emerging from Trial and Error

Waterfall: Tightly Coupled Monolith

Agile: Client-server

Cloud Native: Microservices

Next: Functions-as-a-Service/Serverless

Area 6 — Maintenance and Operations

Area ini didefinisikan sebagai “bagaimana sebuah aplikasi di-deploy dan berjalan di production environment”.

img

No Process: Respond to Users' Complaints

Waterfall: Ad-hoc Monitoring

Agile: Alerting

Cloud Native: Full Observability and Self-healing

Next: Machine Learning (ML) dan Artificial Intelligence (AI)

Area 7 — Delivery

Area ini didefinisikan sebagai “bagaimana dan kapan aplikasi yang dikembangkan di-deploy di production environment”.

img

No Process: Irregular Release

Waterfall: Periodic Scheduled Releases

Agile: Continuous Integration

Cloud Native: Continuous Delivery

Next: Continuous Deployment

Area 8 — Provisioning

Area ini didefinisikan sebagai “proses dimana kita membuat atau memperbaharui sistem di production environment”.

img

No Process: Manual

Waterfall: Scripted

Agile: Configuration Management (Puppet, Chef, Ansible)

Cloud Native: Dynamic Scheduling/Orchestration (Kubernetes)

Next: Serverless

Area 9 — Infrastructure

Area ini didefinisikan sebagai “physical servers dimana production environment berada (apa bentuknya, dimana lokasinya, dan bagaimana mereka di-manage)”.

img

No Process: Single Server

Waterfall: Multiple Servers

Agile: VMs (“Pets”)

Cloud Native: Containers (“Cattle”)

Next: Edge Computing

Nah, untuk yang penasaran dan ingin mencoba melakukan evaluasi tingkat maturity sebuah organisasi, bisa download matriks kosongnya di info.container-solutions.com.

Selamat mencoba!